Gebyar Umat santu Petrus Puor dalam Momen BKSN dan Rosario Menggelar Berbagai Perlombaan
21 Oct 2025 | Thalita Lein | 1,844 kali dibaca
Puor, 21 Oktober 2025 – Dalam semangat Bulan Kitab Suci Nasional dan Bulan Rosario, umat Stasi Santu Petrus Puor menggelar kegiatan “Gebyar Umat Santu Petrus Puor” yang berlangsung mulai tanggal 21 hingga 24 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi momentum iman yang mempersatukan umat dalam doa, nyanyian, dan sukacita iman di tengah derasnya arus globalisasi.
Acara dibuka secara resmi pada Senin, 21 Oktober 2025, oleh Ketua Dewan Stasi Santu Petrus Puor, Bapak Gabriel Ado Ato. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa makna dari kegiatan ini bukan terletak pada siapa yang menjadi juara, melainkan sebagai wadah pembinaan iman umat.
“Ini bukan tentang siapa yang terbaik, tetapi tentang bagaimana kita memuji dan memuliakan kebesaran Tuhan di tengah tantangan zaman. Semoga kegiatan ini semakin meneguhkan iman dan kebersamaan kita sebagai umat Allah,” ujar Gabriel Ado Ato dalam sambutannya.
Pembukaan kegiatan ditandai dengan lomba masmur tingkat dewasa antar lingkungan, yang menjadi pembuka rangkaian acara. Para peserta betul-betul mempersiapkan diri dengan matang sehingga mereka menampilkan yang terbaik membuat umat yang hadir dan menonton merasa puas dan bangga, begitu juga dewan juri dalam momen evaluasi dikahir lomba, kata salah seorang juri, bahwa mereka kesulitan menetukan mana yang terbaik, tapi mereka harus berusaha untuk menentukan urutan dari yang paling atas sampai paling akhir secara obyektif dan profesional.
Selama empat hari ke depan, berbagai lomba rohani akan digelar, antara lain lomba paduan suara, tutur Kitab Suci, baca Kitab Suci, dan kuis Kitab Suci tingkat Sekar (Anak-Anak SMP).
Antusiasme umat terlihat begitu besar walaupun kegiatan belum dimulai tapi Aula Gereja St. Petrus Puor telah dipenuhi umat yang datang dengan penuh semangat, membawa dukungan dan doa bagi para peserta dari setiap lingkungan. Sorak-sorai dan tepuk tangan mewarnai setiap penampilan, menambah hangatnya suasana kebersamaan umat dalam semangat kasih dan persaudaraan.
Dewan juri dalam kegiatan ini berasal dari Kementerian Agama Kabupaten Lembata, dengan Bapak Piter Labi Waleng sebagai ketua dewan juri. Dalam sambutannya, beliau menegaskan makna mendalam dari kegiatan tersebut.
“Kata gebyar bukan sekadar pesta atau perlombaan, tetapi semangat untuk menghimpun umat dalam sukacita bersama. Kami para juri hadir bukan hanya untuk menilai, tetapi untuk ikut mengalami dan merayakan iman bersama umat,” ungkap Piter Labi Waleng.
Beliau juga didampingi oleh Bapak Alfon Witin dan Ibu Mely, guru senior dan juri berpengalaman dalam berbagai ajang paduan suara dan masmur di tingkat Paroki bahkan keuskupan. Dikenal dengan ketelitian dan kepekaannya terhadap seni liturgi, Bapak Alfon memberikan nuansa profesional dan edukatif bagi para peserta lomba.
Kegiatan Gebyar Umat Santu Petrus Puor menjadi bukti nyata bahwa iman dapat diungkapkan melalui berbagai talenta dan karya. Lantunan mazmur, bacaan Kitab Suci, dan semangat kompetisi yang sehat menggambarkan wajah Gereja yang hidup — Gereja yang bersukacita, berakar pada Sabda Allah, dan saling menguatkan dalam kasih.
Kegiatan ini akan berakhir pada 24 Oktober 2025, ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang dan misa syukur sebagai ungkapan terima kasih atas penyertaan Tuhan. Namun, lebih dari sekadar lomba, semangat Gebyar Umat tahun ini telah menjadi berkat yang menyalakan kembali semangat iman umat Stasi Santu Petrus Puor.
“Yang terpenting bukan siapa juaranya, tetapi siapa yang mampu memelihara api iman agar tetap menyala dalam hidup sehari-hari,” tutup Ketua Dewan dalam penutupan kegiatan nanti.