Logo
<p><b>Tangan-Tangan Muda, Iman yang Tumbuh ; Karya Natal OMK santu Petrus Puor</b></p>

Tangan-Tangan Muda, Iman yang Tumbuh ; Karya Natal OMK santu Petrus Puor

27 Nov 2025 | Thalita Lein | 1,384 kali dibaca

27 November 2025, Hari ini menjadi momen yang berharga bagi umat stasi Santu Petrus Puor, Orang Muda Katolik (OMK), yang selama ini sering dipandang tidak aktif bahkan selalu mendapat stigma negatif, justru menunjukan sesuatu yang luar biasa. Melalui ketua terpilih yang baru Arwin Kalang  bersama teman-temannya memiliki semangat gotong royong yang membara, mereka memiliki inisiatif untuk membangun sebuah pohon natal setingi 5 Meter dari bahan kayu dan alang-alang, mereka bahkan harus mendaki gunung untuk mencari bahan tersebut tanpa mengeluh, sebagai simbol sukacita menyambut kelahiran Sang Juru Selamat.

Ditengah cuaca yang kurang bersahabat, mendung/hujan/panas, tapi wajah mereka tetap berseri dan semangat mereka tetap membara, memotong kayu, bambu dan alang-alang digunung mengikat dan menatanya dengan penuh kegembiraan. Tidak ada keluhan, yang ada hanyalah canda ria, kerja sama dan rasa memiliki. Pohon Natal sederhana itu bukan sekedar hiasan semata, tetapi menjadi lambang kebangkitan semangat muda di tengah umat. Semangat mereka tak lepas dari kehadiran Bapa PGM (Yosep Botoor) yang selalu ada, setia mendampingi dan menemani meraka kapan dan dimana saja ketika mereka diberikan kepercayaan dan tanggung jawab.

Justru dari tangan dan hati anak-anak muda inilah, umat kembali melihat bahwa harapan gereja hidup. Bahwa generasi muda ini bukan beban, tapi anugerah. bahkan mereka bukan sekedar "Pencari Hiburan" tetapi pewaris iman yang siap berkarya bila diberi kepercayaan. Hari ini mereka membuktikan bahwa OMK Santu Petrus Puor masih memiliki api yang menyala, Api Pelayanan, Api Persaudaraan, Api Cinta akan Gereja. 

Umat patut berbangga, Ketika sebagian orang meragukan kemampuan dan ketulusan kaum muda, mereka justru menunjukkan jawaban paling indah: kerja nyata tanpa pamrih. Mereka mengambil tanggung jawab liturgi dengan menampilkan paduan suara yang merdu, harmonis, dan berbeda dari biasanya. Ada sesuatu yang istimewa pada diri mereka—potensi besar yang selama ini mungkin tersembunyi, bukan karena tidak ada, tetapi karena belum diberi ruang untuk tumbuh. Kini, kesempatan itu mereka jawab dengan karya terbaik yang menyentuh hati seluruh umat.

Pohon Natal setinggi 5 meter ini juga mungkin tidak terbuat dari bahan mewah, namun nilai dan maknanya jauh lebih besar dari kilauan lampu. Pohon itu adalah bukti bahwa OMK masih hidup, masih bergerak, dan siap menjadi tulang punggung gereja dimasa depan.

Semoga karya hari ini menjadi awal baru bagi seluruh umat. Awal dari kebersamaan yang lebih kuat, kepercayaan yang lebih dalam, dan ruang yang lebih luas bagi OMK untuk terus berkarya.

Trima Kasih, OMK Santu Petrus Puor. Kalian telah mengingatkan kami bahwa masa depan gereja tak perna hilang, justru sedang bertumbuh ditangan kalian.

OMK Santu Petrus Puor Jayalah Selalu. 


Bagikan Artikel:
Kembali ke Berita Utama